Senin, 02 April 2012

Syntax

- Kumpulan aturan yang mendefinisikan suatu bentuk bahasa.  
- Syntax mendefinisikan bagaimana suatu kalimat dibentuk sebagai barisan/urutan dari pemilihan suatu kata dasar. 
- Kata dikonstruksikan dengan karakter-karakter alfabet. 
   contoh keyword (reserve word) dalam bahasa C : while, do, if, else, dll. 
- Syntax mengatur cara mengkombinasikan kata-kata tersebut ke dalam suatu statement dengan bentuk yang benar sehingga dapat disusun suatu program yang dapat berjalan dengan benar. 
- Syntax tidak mengerti arti atau isi dari suatu kalimat, semantic yang bisa mengartikannya. 
- Syntax menyediakan bentuk-bentuk notasi untuk kominikasi antara programmer dan pemroses bahasa pemrograman, sehingga mempermudah pembuatan suatu program. 
- Syntax dari bahasa pemrograman didefinisikan dengan dua kumpulan aturan, yaitu aturan lexical dan aturan syntactic. 
- Aturan leksikal menspesifikasikan kumpulan karakter yang terdapat dalam alfabet dari bahasa dan cara supaya karakter-karakter tersebut dikombinasikan ke dalam kata-kata yang valid dan dapat diterima. 
- Contoh adalah bahasa Pascal yang tidak memperhatikan huruf besar dan huruf kecil, sedangkan bahasa C dan Ada memperhatikan dan membedakan hal tersebut.

Kriteria Syntax
1) Readability : Mudah dibaca.
2) Writeability : Mudah ditulis.
3) Verifiability : Verifikasi program (konsep kebenaran).
4) Kemudahan Translasi : Penerjemah yang cepat & menghasilkan kode yang efisien.
5) Pengurangan Ambiguitas :  Dua arti atau lebih, contoh Array (pemanggilan fungsi)

 Fungsi Syntax
Sintaks berfungsi menyediakan bentuk-bentuk notasi untuk komunikasi antar programmer dan pemroses bahasa pemrograman sehingga dapat mempermudah pembuatan suatu program.

Elemen-Elemen Syntax
  1. Himpunan Karakter Sintaks berfungsi menyediakan bentuk-bentuk notasi untuk komunikasi antar programmer dan pemroses bahasa pemrograman sehingga dapat mempermudah pembuatan suatu program.
  2. Identifier : Sintaks dasar dari identifier yang sering digunakan adalah string dari huruf dan angka yang dimulai dengan huruf. Namun, banyak juga variasi dari bahasa pemrograman yang menggunakan suatu identifier dengan tanda “.” Atau “-“. Hal ini akan berpengaruh pada kemudahan dalam pembacaan program.
  3. Simbol untuk operator : Kebanyakan bahasa pemrograman menggunakan karakter “+” dan “-“ untuk merepresentasikan dua buah operasi dasar aritmetika, dan menggunakan kombinasi serta memanfaatkan karakter-karakter spesial. Untuk suatu operator, atau menggunakan string untuk operator seperti pada FORTRAN dengan .EQ. untuk membandingkan kesamaan dan ** untuk perpangkatan.
  4. Komentar : Penambahan komentar dalam suatu program merupakan hal penting dari dokumentasi suatu program. Bahasa pemrograman mengijinkan komentar dalam beberapa bentuk. Baris komentar yang terpisah di dalam program seperti pada  FORTRAN. Penggunaan karakter khusus yang tidak memedulikan baris seperti /* dan */ di bahasa C. Dimulai dari sembarang tempat disuatu baris dengan diawali suatu karakter khusus, seperti “-“ di Ada, “//” di C++ atau “!” di FORTRAN.
  5. Noise Word : Merupakan kata pilihan yang disisipkan dalam statemen untuk meningkatkan readibility. Sebagai contoh adalah statemen GO TO label. GO merupakan keyword yang harus ada, sedangkan TO merupakan optional yang akan meningkatkan readibility.
  6. Keyword & Reserved Word : Keyword merupakan merupakan suatu identifier yang digunakan sebagai bagian tetap dari sintaks suatu statemen. Misalnya IF untuk memulai suatu statemen kondisi atau DO untuk memulai suatu perulangan dalam bahasa FORTRAN. Keyword merupakan reserved word jika tidak digunakan sebagai identifier yang dipilih oleh programmer. Misalnya dalam bahasa FORTRAN, identifier IF dan DO dapat dipilih sebagai nama variabel oleh programmer sehingga suatu statemen yang dimulai dengan IF belum tentu merupakan statemen kondisi.
  7. Blank : Aturan penggunaan spasi pada bahasa pemrograman sangat beragam. Sebagai contoh adalah bahasa C. Biasanya spasi diabaikan, kecuali jika ada simbol “=+” yang merupakan operator tunggal. Bila dipisahkan dengan spasi maka akan terjadi kesalahan sintaks.
  8. Delimiter & Tanda Kurung : Delimiter merupakan elemen syntactic yang digunakan untuk menandai suatu awalan atau akhiran dari suatu syntactic unit seperti statemen atau ekspresi. Tanda kurung biasanya berpasangan dengan delimiter, misalnya kurung kurawal atau pasangan kata begin … end. Delimiter berguna untuk meningkatkan readability suatu program dan juga dapat menghilangkan ambiguitas suatu statemen karena dapat digunakan secara eksplisit untuk memisahkan statemen-statemen yang mirip
  9. Ekspresi : Merupakan suatu fungsi yang mengakses data dalam suatu program dan mengembalikan suatu nilai. Ekspresi merupakan dasar dari blok syntactic dari statemen yang dibangun.


7 komentar: